5 Peristiwa Iman dari Santo Gabriel Possenti yang Kita Peringati Hari Ini. Cocok untuk Situasi Kita Sekarang

Santo Gabriel Possenti

Katolikline.com – Hari ini Gereja memperingati Santo Gabriel Possenti, pengaku iman yang sangat dikagumi. Meski hidupnya terbilang kacau ia meninggalkan jejak kesaksian iman yang luar biasa.

Gabriel Possenti adalah pria kelahiran 1 Maret 1838, di Asisi, kota yang hari ini menjadi simbol perdamaian dunia. Ia lahir dari pasangan Agnes dan Sante Possenti.

Nama kecil Santo Gaberiel Possenti adalah Fransiskus Asisi. Nama tersebut ditengarai berasal dari nama kota kelahirannya; juga terinspirasi oleh sosok Fransiskus Asisi.

Hari ini Gereja memperingati Santo Gabriel Possenti. Memperingati berarti melihat kembali, terutama pada kisah hidupnya. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah hidup orang kudus yang kita peringati?

Setidaknya ada 5 peristiwa iman yang dapat kita pelajari dari orang kudus yang satu ini.

1. Pemuda nakal yang bertobat

Fransiskus muda dikenal sebagai seorang sosok yang nakal dan suka berpesta. Ayahnya yang bekerja sebagai seorang hakim, membuat hidupnya berkecukupan.

Ia juga sangat pandai di dunia kesusastraan: unggul dalam membaca puisi dan menjadi seorang aktor panggung. Hal ini yang membuat hidupnya penuh glamor.

Namun pada akhirnya, pemuda nakal itu bertobat. Hidupnya terbaik 100 persen setelah ia mendapatkan sebuah pengaman rohani yang sangat mendalam.

2. Pengalaman rohani mendalam

Pada Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga, 15 Agustus 1855, diadakan perarakan Patung Bunda Maria mengelilingi kota Spoleta. Uskup Agung kota Spoleta sendiri membawa patung itu.

Ketika itu Fransiskus mendengar suara panggilan bunda Maria “Fransiskus, engkau tidak diciptakan untuk dunia ini, tetapi untuk menjalani kehidupan bakti kepada Allah di dalam Biara”.

Fransiskus mendengar suara itu jelas sekali dan membuatnya sangat takut. Itulah awal pertobatannya yang sangat radikal.

3. Menjadi imam

Pengalaman iman akan suara itu perlahan menggiring Fransiskus menuju pintu biara. Ia memutuskan untuk menjadi seorang imam dengan bergabung ke Kongregasi Imam-Imam Passionis.

Di Kongregasi Passionis inilah ia mengganti nama menjadi Gabriel. Sementara Possenti adalah nama yang ia ambil dari nama ayahnya. Pada tahun 1856 ia menerima jubah di Kongregasi Passionis.

4. Seorang imam sejati

Mempunyai masa lalu yang suram membuat Gabriel berniat untuk memperbaiki diri setelah menjadi imam. Ia terus menempa dirinya untuk menjadi seorang imam Pasionis sejati.

Selama berada di dalam biara, Gabriel sungguh menunjukkan kesungguhan dalam menata hidup rohaninya. Ia benar benar mencintai Yesus tersalib dan Bunda Maria yang berduka.

5. Devosi kepada Bunda Maria yang Berduka

Gabriel Possenti mempunyai devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria yang Berduka. Itulah yang menjadi alasan mengapa ia juga dikenal sebagai Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita.

Karena keteladanan iman yang luar biasa inilah banyak mukjizat terjadi atas dirinya. Banyak orang yang berdoa melalui perantaraannya dan permohonan mereka terkabul.

Inilah 5 peristiwa iman yang bisa kita pelajari dari Santo Gabriel Possenti. Kesaksian imannya dapat menginspirasi kita untuk menjadi pejuang iman di hari-hari kita sekarang ini.

687 total views, 1 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top