Untuk Non Katolik, Ini 5 Alasan Mengapa Umat Katolik Mengawali Doanya dengan Tanda Salib

Mengawali doa dengan Tanda Salib

Katolikline.com – Umat Katolik baru saja merayakan Paskah. Perayaan iman ini setidaknya menjawab pertanyaan dari umat non Katolik atau juga sesama umat Katolik, mengapa umat Katolik mengawali doa dengan Tanda Salib.

Penjelasan tentang kebiasaan umat Katolik selalu mengawali doanya dengan Tanda Salib bersumber pada perayaan Paskah yang baru saja kita rayakan beberapa hari lalu.

Untuk menjadi lebih jelas, mari kita lihat 5 alasan umat Katolik mengawali doanya dengan Tanda Salib beserta penjelasanya.

1. Wafat Yesus Kristus

Paskah adalah perayaan mengenan. Kita mengenang peristiwa yang terjadi beribu tahun yang lalu, ketika Yesus menderita dan wafat di salib.

Wafat-Nya di kayu salib menjadikan salib yang sebelumnya hina berubah makna menjadi tanda kemenangan. Maka membuat Tanda Salib adalah membuat tanda kemenangan.

2. Meterai iman

Salib adalah meterai iman kita sebagai pengikut Kristus. Dari salib itulah mengalir darah dan air (dari lambung Yesus) yang membersihkan kita dari dosa dan menyelamatkan kita dari maut.

Setiap kali kita membuat Tanda Salib ketika berdoa, kita mengenang peristiwa dimana kita diselamatkan dan dibersihkan melalui wafat Yesus Kristus di salib.

3. Tradisi Gereja Perdana

Tanda Salib untuk mengawali doa sudah dipratikan sejak Gereja Perdana. Tradisi Gereja menjelaskan bahwa komunitas Jemaat Perdana membuat Tanda Salib dalam doa-doa mereka, ketika mereka masih berdoa berkelompok berpindah dari rumah ke rumah.

4. Instruksi resmi dari Paus

Tradisi membuat Tanda Salib tersebut kemudian mendapat “legitimasi” pada masa Paus Inosensius III (1198 – 1216). Dialah yang menginstruksikan kepada umat Kristiani pada masa itu untuk selalu mengawali dan mengakhiri doa dengan Tanda Salib.

5. Kekhasan umat Katolik

Selain sebagai tanda kemenangan, Tanda Salib juga menjadi ciri khas kita sebagai umat Katolik. Ingat bahwa kebiasaan mengawali doanya dengan Tanda Salib hanya dimiliki oleh orang Katolik.

Tradisi membuat Tanda Salib ini hanya berkembang dalam Gereja Katolik dan masih terus dipertahankan hingga sekarang.

Maka, kita pasti setuju bahwa dalam kerumunan orang sebanyak apa pun dan serame apa pun, kitika seseorang membuat Tanda Salib ketika mengawali dan mengakhiri doa, kita pasti tahu dia orang Katolik.

Itulah penjelasan atas pertanyaan mengapa umat Katolik mengawali doanya dengan Tanda Salib. Semoga kita tidak ragu apalagi malu untuk membuat Tanda Salib saat berdoa di muka umum.

12,462 total views, 3,029 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top