Ini 5 Hal Penting tentang Sejarah Minggu Palem yang Kita Rayakan Hari Ini

Sejarah Minggu Palem Gereja Katolik

Katolikline.com – Hari ini kita merayakan Hari Raya Minggu Palem. Karena itu, kita mesti tahu sejarah Minggu Palem yang kita rayakan secara khusus pada hari ini.

Kita tahu bahwa perayaan Minggu Palem adalah perayaan untuk mengenang peristiwa iman ketika Yesus memasuki kota Yerusalem. Inilah hari-hari terakhir sebelum Yesus ditangkap dan diadili, kemudian disiksa hingga wafat di kayu Salib.

Sebetulnya, perayaan Minggu Palem sendiri bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, saat Yesus mau masuk ke Yerusalem. Tapi peristiwa tersebut punya pertalian yang sangat erat dengan tradisi Yahudi.

Untuk lebih jelas, mari kita lihat sejarah Minggu Palem mulai dari masa Yesus, yang kemudian berkembang dalam tradisi Gereja yang masih bertahan hingga saat ini.

1. Terjadi beberapa hari sebelum hari Paskah Yahudi

Peristiwa Yesus memaski Yerusalem terjadi hanya beberapa hari sebelum hari Raya Paskah Yahudi. Maka perlu kita ketahui bahwa perayaan Paskah sudah ada dalam tradisi Yahudi. Artinya, selebum Yesus ada pun perayaan Paskah sudah ada.

Kemudian, peristiwa itu terjadi di masa Yesus dan selanjutnya Gereja menetapkan Minggu Palem pada hari Minggu sebelum Tri Hari Suci atau pada hari Minggu sebelum perayaan Paskah Tuhan.

2. Asal nama Minggu Palem

Lantas kita bertanya, mengapa peristiwa penyambutan Yesus memasuki Yerusalem kita sebut Minggu Palem?

Nama Minggu Palem diambil dari injil Yoh 12:13, yang berbunyi: “mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia …”. Penyebutan kata “palem” memang hanya di temukan dalam Injil Yohanes.

Injil-injil lainnya hanya mengatakan “ranting-ranting dari pohon-pohon” (Mat 21:8), “ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang” (Mrk 11:8).

3. Daun palem dalam tradisi Yahudi

Dalam tradisi Yahudi, daun palem merupakan simbol kemenangan. Hal ini kita dapat membacanya dalam kitab Wahyu 7:9 dan kitab Imamat 23:40.

Artinya, daun palem sendiri merupakan hal yang sudah lumrah dalam perayaan atau tradisi Yahudi.

4. Makna daun palem

Menyambut Yesus dengan daun palem (dan ranting serta menghamparkan pakaian) mengandung makna harapan masyarakat Yerusalem bahwa Yesus akan menjadi Musa baru. Sang Mesias yang membawa kemenangan dan pembebasan.

Maka ketika kita mengangkat daun palem kita pada hari ini kita mesti mengingat bahwa kita sedang menyiapkan hati untuk menyambut Yesus dan menjadi pemenang bersama-Nya.

5. Disambut sebagai raja

Pada peristiwa penyambutan Yesus, ia dielu-elukan sebagai raja Israel yang baru. Bagi orang Israel, Yesus diharapkan sebagai pemimpin yang dapat membebaskan mereka dari penindasan.

Tapi tentu makna “Raja” yang diinginkan oleh Yesus berbeda dengan harapan Israel. Raja bagi Yesus adalah dia yang bersedia melayani dan mengorbankan nyawa bagi rakyatnya.

Dari sejarah Minggu Palem ini kita dapat memaknai perayaan hari ini sebagai kesempatan untuk membuka hati bagi datangnya Yesus.

Ingat, Yesus datang sebagai raja yang mengajarkan kepada kita tentang sikap melayani dan mau berkorban untuk keselamatan banyak orang. Inilah inti refleksi iman yang perlu kita terapkan hari ini.

Sumber: hidupkatolik.com

3,258 total views, 1 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top