Bagaimana Memperlakukan Daun Palma yang Kita Terima dalam Misa Minggu Palma? Ini Aturannya!

Memperlakukan Daun Palma

Katolikline.com – Kemarin, kita merayakan Misa Minggu Palma lalu kita pulang membawa daun palma yang sudah diberkati ke rumah. Bagaimana memperlakukan daun palma itu?

Gereja Katolik sudah jauh-jauh hari mengantisipasi hal ini dengan membuat anjuran, juga aturan tentang hal ini.

Gereja mengimbau agar kita dapat memperlakukan benda-benda suci atau benda-benda sakramental dengan hormat. Hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) nomor 1171.

KHK 1171: “Hendaknya benda-benda suci yang diperuntukkan bagi ibadat ilahi karena dipersembahkan atau diberkati diperlakukan dengan hormat dan jangan dipergunakan untuk pemakaian profan atau yang asing baginya, juga jika benda-benda suci itu milik privat.”

Karena daun palma yang kita terima dalam Misa Minggu Palma sudah diberkati oleh imam, maka ia merupakan salah satu benda suci. Karena itu kita perlu memperlakukannya dengan hormat.

Pertanyaanya, bagaimana memperlakukan daun palma yang sudah kita bawa ke rumah?

Gereja memperingatkan kita agar “Jangan membuang daun palma yang sudah diberkati!” Kita dapat memperlakukannya dengan dua cara ini.

1. Menghias

Selama bertahun-tahun banyak orang menggunakan daun palma untuk menghias rumah mereka. Caranya yakni menyelipkan daun palma pada gambar-gambar kudus atau salib, atau ditata sedemikian rupa menjadi hiasan.

Manfaat menggunakannya sebagai hiasan di rumah adalah bahwa daun palma itu bisa menjadi pengingat akan Minggu Palma dan mengingatkan kita akan “Kisah Sengsara Yesus” yang dibacakan saat Misa.

Ini adalah cara yang sangat bagus untuk tetap terhubung dengan Pekan Suci di sepanjang tahun dan menghormati Kristus sebagai Mesias yang datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kematian.

2. Bakar atau kubur

Sebagian besar sakramental, seperti daun palma, dapat dibakar atau dikubur untuk dibuang dengan benar. Jenis pembuangan ini menghormati tujuan sucinya dan mengembalikannya ke bumi dengan cara yang bermartabat.

Siapa pun dapat melakukan ini, tetapi jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk membakar atau menguburnya, bisa dikomunikasikan dengan parokimu dan antarlah daun-daun palma itu ke paroki.

Di beberapa tempat, romo mengingatkan umatnya untuk mengembalikan daun palma ke gereja sehingga dapat digunakan (dibakar) menjelang Misa Rabu Abu tahun berikut. Dengan cara ini tahun liturgi tetap terhubung dan tidak ada yang sia-sia.

Nah, inilah cara kita umat Katolik memperlakukan daun palma yang kita terima dalam Misa Minggu Palma. Sekali lagi, jangan dibuang!

Sumber: Aleteia.org

896 total views, 2 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top