Renungan Harian 5 Januari 2018: Saya Ingin Selalu Memanggil Engkau, Rabi …

Renungan Harian 5 Januari 2019

Katolikline.com – Membaca dan merenungkan bacaan Injil hari ini, saya hanya ingin mengatakan ini: Saya ingin selalu memanggil Engkau, Rabi. Ya, saya pikir pernyataan ini berasal dari sebuah refleksi yang sangat dalam pada hari ini.

Rabi atau Rabbi (Ibrani Klasik רִבִּי ribbī;; Ashkenazi modern dan Israel רַבִּי rabbī) dalam Yudaisme, berarti “guru”. Atau arti harafiahnya “yang agung”. Kata “Rabi” berasal dari akar kata bahasa Ibrani RaV, yang dalam bahasa Ibrani alkitabiah berarti “besar” atau “terkemuka, (dalam pengetahuan)”.

Dalam aliran-aliran Yudea kuno, kaum bijaksana disapa sebagai רִבִּי (Ribbi atau Rebbi). Dalam perkembangannya, kata ini berubah ucap menjadi Rabi (“guruku”).

Juga Rabuni, yang artinya guruku. Sapaan ini kita temukan dalam kisah Maria Magdalena saat berjumpa dengan Yesus yang sudah bangkit (bdk. Markus 10:51; Yohanes 20:16).

Saya teringat ketika saya mulai masuk sekolah dasar. Saya dan teman-teman diwajibkan menghormati guru yang setiap hari mengajari kami membaca dan menulis.

Bahkan di sekolah saya dulu, guru sekolah dasar kelas 1 haruslah guru yang penuh sabar dan punya keahlian khusus dalam mendampingi anak-anak kecil, rata-rata usia enam tahun.

Di kelas itulah saya belajar menyebut guru dan menghormati makna yang menyemat pada kata itu. Dia adalah sosok yang disegani, dihormati dan penuh wibawa.

Injil hari ini, melalui kisah Natanael kita disuguhkan panggilan itu sekali lagi. Guru. Teringat masa kecil dan makna kata yang masih tertanam betul dalam benak, Saya Ingin Selalu Memanggil Engkau, Rabi, yang artinya Guru.

Yesus adalah Rabi, sang Guru ilahi, yang mengajarkan bagaimana hidup layak dan pantas di hadapan Allah. Yesus adalah sosok yang senantiasa menginspirasi kita untuk menjalani hidup dengan penuh bijaksana.

Niat baik, Saya Ingin Selalu Memanggil Engkau, Rabi, akan selalu saya kenang dan pegang sebagai motivasi hidup. Dan saya pikir, masing-masing kita mesti membangun niat untuk mempunyai hubungan personal dengan Yesus.

Doa Permohonan

(Sampaikan doa permohonan Anda)

Yesus, Saya Ingin Selalu Memanggil Engkau, Rabi. Jadilah guru yang mengajari saya bertutur dengan penuh kasih, berlaku dengan penuh adil, dan mendengar dengan penuh bijaksana. Sehingga saban hari kami dapat bermazmur, “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!”. Amin.

266 total views, 3 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top