Renungan Harian Katolik: Hal Terpenting di Minggu Prapaskah Keempat Ini adalah Kembali

Renungan Minggu Prapaskah Keempat

Katolikline.com – Melalui bacaan injil hari ini, Luk. 15:1-3,11-32, Gereja menegaskan bahwa yang terpenting di Minggu Prapaskah Keempat ini adalah kembali atau pulang. Seperti si bungsu yang sadar bahwa ia berdosa, memutuskan untuk pulang ke rumah bapaknya.

Kisah tentang “Anak yang Hilang” ini merupakan salah satu perumpaan paling mengesankan dari sejumlah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus semasa pengajaran-Nya.

Dalam perumpamaan tersebut, Yesus membaginya dalam lima babak. Babak pertama adalah si bungsu yang minta warisan dari sang ayah, menjualnya, lalu pergi meninggalkan rumah.

Babak kedua adalah hidup berfoya-foya dan berpesta pora sampai semua duit hasil jual harta warisannya habis. Babak ketiga adalah jatuh miskin dan mulai mempertimbangkan untuk kembali ke rumah.

Babak keempat adalah kesediaan sang ayah untuk menerimanya kembali. Dan babak kelima adalah si sulung yang marah-marah dan tidak mau ikut dalam pesta syukur.

Dari semua babak tersebut, hemat saya, babak yang paling menentukan dalam perumpamaan ini adalah babak ketiga dan keempat. Si bungsu yang sadar kalau ia sudah berbuat salah dan memutuskan untuk pulang dan sang ayah yang mengampuni kesalahannya dan menerimanya kembali.

Ini adalah babak yang hanya melibatkan dua tokoh utama yakni si bungsu dan sang ayah. Si bungsu mewakili sikap kita sebagai manusia, dan si ayah mewakili sikap Tuhan.

Hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah Keempat. Artinya, kita sudah sampai pertengahan jalan masa tobat. Maka, mengacu pada bacaan yang disediakan Gereja sebagai bahan permenungan kita, mengambil sikap untuk pulang seperti si bungsu adalah yang terpenting.

Kita diminta untuk segera sadar bahwa mungkin kita sudah menghabiskan “kekayaan rahmat” yang diberikan oleh Bapa. Kita perlu mengambil keputusan untuk pulang ke rumah Bapa. Kabar gembiranya, Bapa di “rumah” sangat merindukan kepulangan kita. Kita dinantikan siang dan malam.

Jadi keputusan ada di tangan kita, mau pulang atau tidak? Tentu pulang di sini mengandung pengertian kembali pada hidup yang benar seturut ajaran-ajaran-Nya.

Doa singkat

(Sampaikan ujud pribadi)

Ya Bapa, kami ingin pulang. Kami bersyukur bahwa Engkau selalu menanti di depan rumah agar kami bisa kembali kepada-Mu. Pada Minggu Prapaskah Keempat ini kami sudah memutuskan untuk kembali kepadamu. Bukakanlah kami pintu rahmat-Mu agar kami dapat masuk ke dalam pesta kudus-Mu. Amin.

421 total views, 2 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top