Renungan Harian Katolik: Perhatikan, Ini Dua Ciri Orang Egois dalam Hidup Sehari-hari

Ciri Orang Egois

Katolikline.com – Setidaknya ada dua ciri orang egois yang mudah kita temukan dalam hidup sehari-hari. Kalau kamu menemukan dua ciri tersebut maka yakinlah bahwa orang itu punya kecenderungan untuk egois.

Egois di sini adalah mengingat dirinya sendiri. Dari pengertian sederhana ini maka kita dapat menempatkan dua hal yang menjadi ciri khasnya:

Pertama, mau selalu menang

Dalam kondisi apa pun orang yang punya sifat egois dominan dalam dirinya selalu ingin menang sendiri. Ia ingin mengutamakan dirinya sendiri ketimbang memperhatikan apalagi berbagi dengan orang lain.

Meski ia tahu bahwa yang ia ingin menangkan itu bukan miliknya, ia tetap berjuang mati-matian. Pokoknya, yang penting dia menang, tak peduli cara yang harus ia tempuh.

Kedua, bersedia menyingkirkan orang lain

Karena ia memiliki target untuk memenangkan sesuatu yang ada di depan, maka jika ada orang yang menghalanginya, ia tak segan untuk menyingkirkan orang tersebut.

Orang seperti ini minim rasa kasihan dan hampir tidak ada rasa peduli pada orang lain. Ia rela mengorbankan orang lain, bisa juga kerabatnya sendiri, demi apa yang hendak ia perjuangkan.

Bacaan Injil hari ini, Mat 21:33-43,45-46, mengandung dua hal ini. Para penggarap yang diberi kepercayaan untuk mengelola kebun anggur itu lantas lupa diri. Mereka lupa kalau kebun anggur itu hanya dipinjamkan saja.

Karena dalam diri mereka ada sikap egois yang ditopang oleh dua ciri orang egois tadi maka mereka berusaha untuk menguasai lahan itu sebagai milik mereka.

Mereka tak peduli apakah yang mereka lakukan itu salah atau benar. Yang terpenting bagi mereka adalah menguasai lahan garapan yang sedang mereka kerjakan.

Perumpaan ini jelas menggambarkan sikap kemanusiaan kita. Mestinya kita sadar bawah hidup (nafas/roh) yang kita miliki sekarang dipinjamkan oleh Allah sendiri. Maka sudah semestinya kita tidak merasa seolah-olah kita berkuasa penuh atas hidup ini.

Ingat, hidup dunia ini hanya sementara. Kita harus kembali(kan) kepada Dia yang memilikinya. Dialah yang berhak untuk mengambil dan memberi kehidupan itu kepada kita.

Doa singkat

(Sampaikan ujud pribadi)

Bapa dalam surga, kami mengucap syukur kepada-Mu atas anugerah hidup yang boleh kami terima hari ini. Kami adalah penggarap-penggarap di kebun anggur-Mu. Tapi kadang kami lupa bahwa kami hanyalah pekerja atau peziarah yang sewaktu-waktu harus kembali kepada-Mu.

Maka kuatkan kami ya Bapa, tuntun kami agar kami bisa berbalik arah kepada-Mu tatkala kami salah jalan; berpaling kepada-Mu ketika kami mengharapkan terang dalam hidup. Semoga Roh Kudusmu menaungi kami sepanjang hari ini. Amin.

1,550 total views, 1 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top