Tiga Pertanyaan Penting untuk Membantumu Pulih dari Rasa Gagal Pada Masa Prapaskah Ini

Pulih dari Rasa Gagal secara Katolik

Katolikline.com – Ketika kita gagal dalam suatu tugas atau bahkan pilihan hidup, kita merasa bersalah. Untuk pulih dari rasa gagal, kita bingung harus mulai dari mana. Kadang itu membuat kita semakin terbeban.

Maka tidak sedikit orang yang sudah gagal dalam satu sisi, malah makin gagal ketika ia ingin bangkit lagi. Itu bukan murni dia sendiri yang tidak ingin bangkit, tapi ia bingung mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu.

Masa Prapaskah ini bisa jadi kesempatan bagus untuk bangkit meninggalkan kegagalan dan semangat lagi. Tapi oleh beberapa orang, pengalaman gagal justru semakin membuatnya untuk menyalahkan dirinya sendiri. Kita berpikir sangat subyektif dan tidak terlalu praktis.

Kita terjebak dalam pemikiran irasional, seperti “Tidak ada yang masuk akal,” “Aku yang terburuk!,” “Tidak ada yang mengerti aku,” “Ini semua salahku …” dan lain sebagainya.

Ingat, perasaan seperti ini tidak membawa solusi apa pun. Kita malah terjebak dalam interpretasi subyektif dari berbagai peristiwa yang biasanya berdasarkan ketakutan kita, perasaan bersalah, kemarahan, perasaan inferioritas yang kompleks, atau malah merasa harga diri kita rendah sekali.

Padahal kalau kita mau berpikir lebih jauh, kita memiliki kemampuan untuk memutuskan, merasakan, dan bertindak selaras, menemukan makna dalam apa yang terjadi pada kita, mengelola perasaan kita, dan bereaksi dengan cara yang sehat dan beradaptasi dengan hal yang lebih positif.

Tapi harus diakui bahwa untuk sampai ke sana, kita butuh instrument atau hal-hal yang bisa membantu. Maka di sini ada tiga pertanyaan bisa membantu kita untuk pulih dari rasa gagal yang mungkin sangat kuat mencengkeram.

1. Apa yang saya rasakan?

Lihatlah situasi yang membuat kita merasa kesal secara tidak proporsional, dan tuliskan apa yang kita rasakan: kemarahan, ketakutan, kesedihan, jijik, iri hati, kecemasan, rasa tidak aman, rasa bersalah …

Tuliskan semuanya dengan tenang. Bila perlu lakukan hal ini dalam suasan doa pribadi. Bisa juga mengawalinya dengan membaca bacaan rohani di hari yang bersangkutan.

2. Apa pendapat saya?

Identifikasi situasi yang membuat pemikiran kita tidak stabil. Buatlah semacam daftar dan dibagi menjadi tiga kolom.

Tiap-tiap kolom dapat kamu isi dengan jawaban atas refleksi: apa yang saya pikirkan tentang diri saya? Apa yang saya pikirkan tentang orang lain yang terhubung dengan saya atau kegagalan saya? Dan apa yang saya pikirkan tentang situasi/kegagalan ini?

3. Apa yang saya butuhkan?

Ini terkait dengan kebutuhan terdalam kita masing-masing: kebutuhan kita untuk kasih sayang, istirahat, keheningan, komunikasi, dipahami, didengarkan, harapan dan sebagainya.

Bertanyalah dengan tiga pertanyaan ini secara berulang ke dalam diri kita sendiri dan perlahan-lahan kita akan menemukuan solusi untuk pulih dari rasa gagal yang menyiksa.

Masa Prapaskah ini bisa jadi waktu yang tepat untuk kita bertanya, terus bertanya pada diri sendiri dan bersiap diri untuk bangkit lagi.

Jika Anda merasa langkah-langkah ini bermanfaat, silakan SHARE artikel ini agar membantu sesama kita di luar sana yang mungkin butuh pertolongan.

327 total views, 2 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top