Apa Saja Warna Liturgi Selama Tri Hari Suci dan Apa Maknanya Bagi Umat Katolik?

warna liturgi tri hari suci

Katolikline.com – Setelah menjalani masa Prapaskah, umat Katolik memasuki masa Pekan Suci. Masa ini merupakan sepekan sebelum Hari Raya Paskah.

Pekan Suci dimulai dengan Minggu Palma, kemudian dilanjutkan Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci atau Malam Paskah.

Petugas liturgi menggunakan warna liturgi yang berbeda selama Pekan Suci. Apa saja warna liturgi yang digunakan selama Tri Hari Suci dan Minggu Paskah?

# Kamis Putih

Warna liturgi Kamis Putih adalah putih atau kuning muda. Warna ini melambangkan kesucian, kekudusan, kemurnian, sukacita, dan kemenangan.

Pada Kamis Putih, kita merayakan kembali Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama 12 rasul.Yesus menyerahkan diri kepada Allah demi menebus dosa manusia. Ia menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya dalam wujud roti dan anggur.

Dalam Misa Kamis Putih ada upacara pembasuhan kaki. Ini untuk mengenangkan peristiwa Yesus membasuh kaki 12 rasul sebelum mengadakan Perjamuan Malam Terakhir.

Lewat peristiwa ini, kita diajak untuk meneladan Yesus yang rela merendahkan diri-Nya dan melayani orang lain, bahkan menyerahkan nyawa-Nya.

# Jumat Agung

Jumat Agung menjadi hari untuk mengenangkan sengsara dan wafat Kristus. Pada ibadat Jumat Agung, umat melakukan penghormatan atau penciuman salib.

Warna liturgi Jumat Agung adalah merah. Bukan hitam. Kita memang mengenangkan peristiwa sedih wafat Yesus di kayu salib, tapi karena wafat-Nya, dosa-dosa umat manusia ditebus.

Warna merah merupakan warna darah, lambang pengorbanan Kristus. Jumat Agung bukan menekankan pada penderitaan dan sengsara Yesus, namun pada kemenangan-Nya atas maut.

Dengan wafat di salib, Yesus mengalami kebangkitan. Salib menjadi simbol penebusan dosa kita dan simbol kemenangan atas maut.

Warna liturgi merah juga digunakan saat Minggu Palma. Ini melambangkan kemeriahan untuk menyambut Yesus, Sang Raja tatkala memasuki gerbang Yerusalem.

# Sabtu Suci atau Malam Paskah

Warna liturgi Malam Paskah dan Minggu Paskah adalah putih. Mengapa? Karena warna putih juga melambangkan kebangkitan sehingga digunakan pada Malam Paskah dan Minggu Paskah untuk memperingati kebangkitan Kristus.

Meskipun petugas liturgi mengenakan warna liturgi sesuai dengan ketentuan yang dimiliki Gereja Katolik selama Tri Hari Suci, umat tidak harus mengenakan pakaian warna yang sama.

Jika umat ingin menyesuaikan warna pakaian dengan warna liturgi Tri Hari Suci dipersilakan. Namun tidak harus. Yang terpenting umat berpakaian sopan, rapi, dan pantas untuk mengikuti perayaan Ekaristi.

1,910 total views, 2 views today

Bagikan Ke Temanmu Sekarang!

Leave a Reply

Top